:) Urusan pekerjaan bisa jadi no. 1 dan urusan sebagai penyalur aspirasi masyarakat bisa di urutan no. 1001, Indonesia memang mempunyai banyak sekali pengangguran dan hampir setiap tahun pengangguran yang paling banyak berasal dari perguruan tinggi yang mungkin bisa mencapai 300.000 sarjana pertahunnya.
Dilain sisi lain daya serap lapangan pekerjaan jauh lebih sedikit dibanding dengan pasokan lulusan perguruan tinggi yang sangat wah tersebut. Pada tahun 2009 ini banyak sekali yang mencoba-coba mencalonkan diri ataupun hanya sekedar memenuhi quota sebagai seorang Calon Legislatif sebagai sarana mencari pekerjaan bukannya sebagai penyalur aspirasi masyarakat.
Pemilu di tahun 2009 ini memang sangat jauh berbeda ketimbang pemilu sebelumnya yang sekarang ini banyak sekali caleg yang di tawarkan oleh Parpol yang jumlahnya hampir lebih dari 500 orang setiap parpolnya. Anda bisa banyangkan di setiap jalan, lorong, warung, dll. tak luput dari sasaran janji-janji gombal dari caleg-caleg yang ada hanya karena mereka ingin mencari perkejaan sebagai caleg.
Para caleg berkoar-koar menyampaikan janji-janji palsu lewat baliho, sepanduk, media online, dll. dan lebih koyolnya lagi media kampanye mereka diberi bumbu penyedap dengan mengikut sertakan popularitas para artis, pemain sepak bola, serta bung-bung yang lain. (Kog ga sekalian BungBros ya?)
Pemilu 2009 harus betul-betul mencari seorang yang bisa menjadi penyalur aspirasi masyarakat, pilihan Anda adalah penentu Indonesia di kemudin hari: "Rakyat sepatutnya jangan sampai tertipu dengan obral janji merdu merayu oleh para caleg yang setelah jadi nanti gak mau tau." |